DISCOVER → INTERPRET / Semester 2

LEARN TO FORM

“Bagaimana konteks, aktivitas, dan hubungan ruang diterjemahkan menjadi organisasi dan bentuk arsitektur?”
Course
Azas, Metode, dan Pendekatan Perancangan II
Code
IN22020
Credits
3 SKS
Studio
Studio Perancangan Arsitektur 2
01 / LEARNING JOURNEY

From reading
to forming.

AMPP II membawa mahasiswa dari kemampuan mengamati menuju kemampuan menganalisis dan mengorganisasi. Konteks, pengguna, aktivitas dan kebutuhan ruang mulai diterjemahkan menjadi program, hubungan ruang, organisasi dan bentuk arsitektur.

01
FRAME
From Observation to Design Problem +
Mengubah pengamatan menjadi persoalan desain
Driving Question
“Bagaimana sebuah pengamatan dapat berubah menjadi design problem?”
Learning Focus
  • Observation vs design problem
  • Problem identification
  • Need vs want
  • Design intention
  • Problem framing
Studio Activity

Mereview pengalaman AMPP I dan mengubah hasil observasi menjadi beberapa kemungkinan design problem.

Output
Design Problem Statement
Connection to Studio

Menjadi dasar mahasiswa memahami persoalan proyek Studio Perancangan Arsitektur 2.

02
READ
Reading Context +
Membaca konteks sebagai dasar perancangan
Driving Question
“Apa saja yang membentuk konteks sebuah proyek arsitektur?”
Learning Focus
  • Physical context
  • Social context
  • Cultural context
  • Environmental context
  • Built context
Studio Activity

Membuat context map sederhana berdasarkan proyek Studio 2.

Output
Context Reading Map
Connection to Studio

Mahasiswa mulai membaca proyek Studio melalui berbagai layer konteks.

03
USER
Understanding Users +
Mengenali siapa yang akan menggunakan ruang
Driving Question
“Siapa pengguna arsitektur dan apa yang mereka butuhkan?”
Learning Focus
  • Primary user
  • Secondary user
  • User needs
  • User profile
  • User relationship
Studio Activity

Menyusun user profile untuk proyek Studio.

Output
User Profile & User Map
Connection to Studio

Menjadikan pengguna sebagai dasar pengembangan kebutuhan ruang.

04
ACTIVITY
Activity & Behavior +
Membaca pola aktivitas dan perilaku
Driving Question
“Bagaimana aktivitas dan perilaku memengaruhi organisasi ruang?”
Learning Focus
  • Activity pattern
  • Behavior
  • Movement
  • Duration
  • Interaction
Studio Activity

Membuat activity mapping dan behavior diagram.

Output
Activity–Behavior Map
Connection to Studio

Menghubungkan perilaku pengguna dengan kebutuhan organisasi ruang Studio.

05
SPACE
Space & Requirement +
Dari aktivitas menuju kebutuhan ruang
Driving Question
“Ruang seperti apa yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas pengguna?”
Learning Focus
  • Space requirement
  • Area requirement
  • Capacity
  • Comfort
  • Spatial needs
Studio Activity

Menerjemahkan aktivitas menjadi daftar dan karakter ruang.

Output
Space Requirement Matrix
Connection to Studio

Menjadi dasar penyusunan program ruang Studio 2.

06
PROGRAM
Programming Architecture +
Program bukan sekadar daftar ruang
Driving Question
“Bagaimana menyusun program arsitektur yang mencerminkan kehidupan pengguna?”
Learning Focus
  • Architectural programming
  • Space requirement
  • User–space relationship
  • Public–private
  • Primary–secondary space
Studio Activity

Menyusun architectural program berdasarkan user dan activity analysis.

Output
Architectural Program
Connection to Studio

Program ruang menjadi salah satu input utama desain Studio 2.

07
RELATIONSHIP
Spatial Relationship +
Memahami hubungan antar ruang
Driving Question
“Mengapa beberapa ruang harus dekat, sementara ruang lain harus dipisahkan?”
Learning Focus
  • Adjacency
  • Proximity
  • Connection
  • Separation
  • Spatial dependency
Studio Activity

Membuat adjacency matrix dan relationship diagram.

Output
Spatial Relationship Diagram
Connection to Studio

Membentuk dasar organisasi ruang sebelum mahasiswa membuat denah.

08
REVIEW
MIDTERM — Context & Program Review +
Menguji hubungan konteks, pengguna dan program
Driving Question
“Apakah program desain benar-benar berasal dari persoalan yang ditemukan?”
Learning Focus
  • Context
  • User
  • Activity
  • Program
  • Spatial relationship
Studio Activity

Presentasi dan kritik terhadap context–user–program process.

Output
Midterm Design Process Review
Connection to Studio

Memastikan mahasiswa tidak melompat langsung ke bentuk sebelum memahami persoalan.

09
ORGANIZE
Zoning & Hierarchy +
Mengorganisasi ruang berdasarkan tingkat kepentingannya
Driving Question
“Bagaimana ruang dapat diorganisasi menjadi sistem yang jelas?”
Learning Focus
  • Zoning
  • Hierarchy
  • Public–private
  • Primary–secondary
  • Spatial hierarchy
Studio Activity

Mengembangkan beberapa alternatif zoning.

Output
Zoning Alternatives
Connection to Studio

Zoning menjadi jembatan dari program menuju organisasi arsitektur.

10
MOVEMENT
Circulation & Movement +
Merancang bagaimana manusia bergerak
Driving Question
“Bagaimana sirkulasi membentuk pengalaman arsitektur?”
Learning Focus
  • Entry
  • Circulation
  • Movement
  • Wayfinding
  • Sequence
Studio Activity

Membuat diagram jalur pengguna dan alternatif sirkulasi.

Output
Circulation Diagram
Connection to Studio

Mengembangkan organisasi ruang berdasarkan pergerakan pengguna.

11
SEQUENCE
Spatial Sequence +
Membentuk pengalaman melalui urutan ruang
Driving Question
“Bagaimana urutan ruang menciptakan pengalaman arsitektur?”
Learning Focus
  • Sequence
  • Arrival
  • Transition
  • Threshold
  • Destination
Studio Activity

Menyusun spatial sequence dari arrival hingga destination.

Output
Spatial Sequence Diagram
Connection to Studio

Membantu mahasiswa memahami ruang sebagai pengalaman yang berlangsung dari waktu ke waktu.

12
FORM
Form & Organization +
Dari organisasi ruang menuju bentuk
Driving Question
“Bagaimana organisasi ruang diterjemahkan menjadi bentuk arsitektur?”
Learning Focus
  • Spatial organization
  • Massing
  • Geometry
  • Composition
  • Form relationship
Studio Activity

Mengembangkan massing berdasarkan alternatif organisasi ruang.

Output
Massing Study
Connection to Studio

Mulai menghubungkan program, organisasi dan bentuk.

13
GENERATE
Form Generation +
Mengeksplorasi kemungkinan bentuk
Driving Question
“Bagaimana menghasilkan beberapa kemungkinan bentuk dari satu gagasan?”
Learning Focus
  • Transformation
  • Addition
  • Subtraction
  • Repetition
  • Aggregation
Studio Activity

Mengembangkan beberapa alternatif transformasi massa.

Output
Form Generation Series
Connection to Studio

Mahasiswa menghasilkan bentuk melalui proses, bukan intuisi semata.

14
ALTERNATIVE
Design Alternatives +
Membuka kemungkinan sebelum memilih
Driving Question
“Apakah ada lebih dari satu cara untuk menyelesaikan persoalan desain?”
Learning Focus
  • Alternative design
  • Option generation
  • Comparison
  • Strength
  • Weakness
Studio Activity

Membuat minimal tiga alternatif organisasi dan bentuk.

Output
Design Alternative Matrix
Connection to Studio

Membiasakan mahasiswa tidak berhenti pada solusi pertama.

15
DECIDE
Evaluation & Selection +
Memilih berdasarkan alasan
Driving Question
“Bagaimana menentukan alternatif desain yang paling tepat?”
Learning Focus
  • Design criteria
  • Evaluation
  • Decision matrix
  • Trade-off
  • Design judgement
Studio Activity

Mengevaluasi alternatif menggunakan kriteria yang telah ditentukan.

Output
Design Evaluation Matrix
Connection to Studio

Mulai membangun kemampuan mengambil keputusan desain berdasarkan alasan.

16
REFLECT
FINAL REVIEW — Learn to Form +
Menyusun perjalanan dari konteks menuju bentuk
Driving Question
“Bagaimana sebuah desain terbentuk dari proses berpikir yang dapat dijelaskan?”
Learning Focus
  • Context
  • User
  • Program
  • Organization
  • Form
  • Reflection
Studio Activity

Final presentation dan review Design Process Book.

Output
Design Process Book
Connection to Studio

Menutup AMPP II dengan proses yang siap dikembangkan lebih lanjut pada AMPP III.

02 / FRAMEWORK

DISCOVER
→ INTERPRET

AMPP II berada pada titik transisi. Mahasiswa mulai bergerak dari awareness menuju understanding. Mereka tidak hanya melihat konteks, tetapi mulai menganalisis hubungan antar elemen dan menggunakannya sebagai dasar pembentukan desain.

Context 01

Membaca konteks fisik, sosial, budaya dan lingkungan sebagai dasar memahami proyek.

People 02

Menganalisis pengguna, aktivitas, kebutuhan dan pola perilaku.

Space 03

Menerjemahkan aktivitas menjadi kebutuhan ruang dan hubungan spasial.

Form 04

Mengembangkan organisasi ruang menjadi komposisi dan bentuk arsitektur.

Evidence 05

Mulai menggunakan data, diagram dan alasan sebagai dasar pengambilan keputusan.

03 / PROGRESSION

Five moves
of formation.

01
READ
Membaca konteks dan persoalan.
02
ANALYZE
Menghubungkan pengguna, aktivitas dan ruang.
03
ORGANIZE
Membentuk hubungan dan hierarki ruang.
04
FORM
Menerjemahkan organisasi menjadi bentuk.
05
DECIDE
Mengevaluasi dan memilih alternatif.
04 / FINAL OUTPUT

One process.
One book.

Seluruh proses pembelajaran dikumpulkan menjadi satu Design Process Book sehingga mahasiswa dapat melihat hubungan antara data, analisis, program, organisasi dan bentuk.

Design Process Book

  • Design Problem Statement
  • Context Reading Map
  • User Profile
  • Activity–Behavior Map
  • Space Requirement Matrix
  • Architectural Program
  • Spatial Relationship Diagram
  • Zoning Alternatives
  • Circulation Diagram
  • Spatial Sequence
  • Massing Study
  • Form Generation
  • Design Alternatives
  • Evaluation Matrix
  • Final Design Process

Learning Transformation

START
SEE

Mahasiswa membawa kemampuan observasi dari AMPP I.

MIDDLE
READ

Mahasiswa mulai membaca konteks, pengguna dan aktivitas secara sistematis.

END
FORM

Mahasiswa mulai menerjemahkan program dan hubungan ruang menjadi bentuk.

05 / NEXT STEP

AMPP II
→ AMPP III

AMPP II tidak berhenti pada menghasilkan bentuk. Proses yang dibangun menjadi fondasi bagi AMPP III: bagaimana mahasiswa menjelaskan mengapa suatu keputusan desain dipilih.

01
CONTEXT
Apa yang ada?
02
ANALYSIS
Apa polanya?
03
PROGRAM
Apa yang dibutuhkan?
04
FORM
Bagaimana membentuknya?
05
WHY?
Pertanyaan utama AMPP III.